Cendera Mata Terpopuler

Ayo Dukung Cendera Mata Daerah Favoritmu!

Anyaman Pandan

Dahulu kala, tikar pandan dalam masyarakat Melayu di Kabupaten Kayong Utara  merupakan salah satu bukti nyata bahwa seorang wanita dinyatakan siap menikah apabila wanita tersebut sudah bisa menganyam tikar pandan dan begitu juga sebaliknya wanita tersebut tidak boleh menikah kalau belum bisa menganyam tikar pandan.

Badak Kayu

Hasil buah tangan pengrajin di wilayah Kabupaten Pandeglang dengan ciri khas bentuk hewan badak berupa gantungan kunci, pembatas buku, sumpit, tas dan yang paling diminati adalah patung badak. Pembuatan patung badak ini berbahan dari kayu bekas, sehingga suvenir ini sangat “sustainable development”. Bahan kayu yang digunakan berjenis kacapi. Pembuatan suvenir badak memiliki kerumitan tertentu, misalnya badak yang menengok ke atas dan ke samping.

Kaos Lukis Tamansari

Kaos lukis ini tidak akan luntur ketika dicuci, karena ada cairan khusus buat mengunci warnanya. Selain itu, keunggulan lain dari kaos lukis dengan pewarna batik ini terletak pada bahannya yang terbuat dari katun bamboo sehingga anti bakteri dan adem jika dipakai.

Lapik Koto Dian Rawang

Lapik atau dalam bahasa daerah setempat biasa disebut dengan Lapaek, adalah sebuah hasil kemahiran kerajinan tangan yang dibuat dari tumbuhan yang banyak tumbuh di alam sekitarnya dan biasa disebut dengan Pandan Baiduri.

Menong

Menong memiliki arti perempuan cantik. Kulitnya kuning langsat, bibirnya kecil, beralis panjang, dan di kepala terdapat mahkota. Sesuai namanya, Menong Purwakarta cantik dan lucu. Apalagi, pakaiannya yang didominasi warna hitam dan merah membuat patung kecil ini menggemaskan.

Rencong Batu

Siapa yang tidak kenal rencong, senjata tajam khas Aceh yang konon paling ditakuti penjajah Belanda. Senjata yang dipakai para pejuang Aceh di masa itu biasanya terbuat dari jenis logam seperti besi dan tembaga. Saat ini rencong tidak lagi dijadikan sebagai senjata pembunuh, melainkan dijadikan sebagai barang cendera mata yang khas dari Aceh.

Sarung Tenun Masalili

Menenun telah menjadi kegiatan turun-temurun di Desa Masalili, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Sampai saat ini, Desa Masalili menjadi sentra produksi kain tenun tradisional khas Muna. Tenun asal Masalili identik dengan motif garis-garis dan warna terang seperti kuning, oranye, dan hijau

Tenun Tanimbar

Tenun Ikat Tanimbar merupakan salah satu jenis kain tradisional Indonesia yang berasal dari Kep Tanimbar, Maluku. Kain tenun ini dibuat dengan prinsip yang sederhana, yaitu dengan menggabungkan benang secara memanjang dan melintang. Kain Tenun Ikat Tanimbar pada umumnya memiliki motif dan warna yang beragam. Sebagian besar kain tenun yang ada didominasi dengan garis-garis dan diselingi dengan corak tertentu yang di adaptasi dari alam sekitarnya, seperti motif binatang, motif tumbuhan, dan motif manusia.

Tenun Toraja

Ragam dan motifnya rumit, hampir seperti formula matematika, untuk membuat desain yang sistematis, akurat, dan indah. Beberapa motif tenun hanya bisa dibuat oleh beberapa perajin maestro. Pembuatan kain tenun tidak terlepas dari adat istiadat Toraja. Para maestro tenun membagi ilmu menenunnya ke kalangan muda, mulai dari motif-motif sederhana sampai yang rumit, seperti tedong (kerbau) dan tongkonan (rumah adat Toraja).

Tudung Manto

Bagi masyarakat Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, nama Tudung Manto sudah tidak asing lagi karena sejak mulai dibuat tahun 1755 silam hingga kini tetap diproduksi dan dipakai banyak orang. Bahkan, Tudung Manto menjadi salah satu oleh-oleh atau cenderamata khas dari Kabupaten Lingga untuk kaum ibu-ibu yang berkunjung ke Negeri Bunda Tanah Melayu itu. Tudung Manto juga berfungsi sebagai penutup kepala bagi kaum wanita yang sudah bersuami.

Didukung oleh