KOMITE SELEKSI API 2020

Profesional dan Independen

Komite seleksi terdiri atas para profesional yang telah lama berkecimpung dalam industri Pariwisata, dan berlatang belakang berbeda antaralain Akademisi, Pelaku Bisnis, Media, Influencer, Asosiasi dan pemerintahan. Berbekal pengalaman yang sangat luas dalam dunia pariwisata membuat mereka sangat independen dalam menjalankan perannya sebagai Komite Seleksi.

Kajian dan Seleksi

Melakukan kajian dan melakukan seleksi atas semua usulan-usulan nominasi yang masuk ke penyelenggara API 2020.

Penentuan dan Penetapan Nominasi

Melalui proses sebelumnya yaitu kajian dan seleksi, maka Komite Sleksi dapat menentukan usulan mana saja yang layak menjadi nominasi di Ajang Anugerah Pesona Indonesia, yang selanjutnya ditetapkan dalam surat pemberitahuan kepada seluruh Pemerintah Daerah yang terlibat di ajang #APIawards2020

ISMETH EMIER OSMAN

Sebagai Wakil Ketua di STP Trisakti membuat kesibukan Bapak ini bisa dibilang seperti tidak ada berhentinya. Tidak hanya berlatar belakang pendidikan di jenjang S2 tetapi berbagai kursus dan pelatihan baik yang bertaraf domestik maupun internasional telah diikuti oleh beliau. Belum terhitung lagi pengalaman professional nya sebagai Asesor, Nara Sumber, Trainer, Team Perumus hingga Project Team Leader di berbagai bidang dan kegiatan Pariwisata baik yang diselenggarakan di lingkungan STP Trisakti sendiri maupun Kementerian Pariwisata dan lembaga atau instansi lainnya.
Salah satunya adalah keterlibatan beliau sebagai Project Team Leader dalam kegiatan Penyusunan Panduan Sapta Pesona yang disleelnggarakan oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia di tahun 2003. Jadi bisa dibilang kepiawaian dan pemahaman beliau di bidang Pariwisata sudah tidak bisa diragukan lagi. Hal tersebut juga terbukti dengan terpilihnya beliau menjadi Juri di ajang Abang None Jakarta selama periode tahun 2001 s/d 2015. Sekarang ini, di usianya yang sudah hampir mendekati masa pensiun tidak membuat beliau berkurang motivasinya dalam terus mengembangkan Pariwisata di Indonesia.

BAHRIANSYAH (MOMOD)
Lebih dari 25 tahun menggeluti dunia pariwisata membuat hampir seluruh pelaku industri pariwisata Indonesia kenal dengan pria asli Kalimantan Selatan ini. Mengawali karir hanya sebagai ticketing staff pada travel agent di Tanjung Pinang, hingga akhirnya mulai membangun usahanya sendiri dari mulai sebagai KCP Bouraq, KCP Merpati bahkan sempat berkecimpung di dunia pendidikan pariwisata.

Hasil jerih payahnya tidak sia-sia, saat ini usahanya sudah berkembang menjadi salah satu pelaku utama di industri pariwisata. Pendiri sekaligus pemilik Bee Trans, Bee Cargo dan Majalah Wisata ini juga sangat aktif dalam berorganisasi, terutama dalam asosiasi atau organisasi yang bergerak dalam memajukan Pariwisata Indonesia.
Lebih akrab dikenal dengan panggilan Momod, pengusaha sukses ini tercatat sempat menjabat sebagai Sekretaris Jenderal ASITA Jakarta selama periode 2016-2017, Pendiri sekaligus Ketua Umum Asosiasi Pelaku Priwisata Indonesia (ASPPI) periode tahun 2008-2016 dan saat ini aktif sebagai Ketua Bidang Investasi Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI)

ETTY  TEJALAKSANA
Sebagai seorang entrepreneur yang aktif dalam bidang kewirausahaan dan kepariwisataan, ibu dari lima orang anak ini memiliki keinginan yang kuat untuk mengembangkan UMKM dan pariwisata Indonesia. Dengan pengalamannya di bidang UMKM dan berbekal kecintaannya terhadap pariwisata Indonesia, beliau dipercaya oleh Dinas UMKM DKI Jakarta untuk mengelola lokasi retail terpadu  Galeria Jakarta – CITOS.  Lebih jauh lagi,  saat ini beliau dipercaya oleh Dinas UMKM DKI Jakarta untuk mengelola lokasi retail terpadu Galeria Jakarta-CITOS. dan juga dipercaya oleh Dinas Pariwisata 10 Provinsi di Indonesia untuk mengelola layanan satu atap kepariwisataan, Indonesia Tourism Information Center (IndonesiaTIC), di Kuta-Bali.

IndonesiaTIC merupakan layanan kepariwisataan yang digawangi oleh Forum Kerjasama Daerah Mitra Praja Utama. Selama beroperasi, IndonesiaTIC telah bekerjasama dan membuat berbagai acara kepariwisataan. Salah satunya adalah Colours of Cultures Festival, yaitu sebuah festival tahunan yang mengusung keragaman pariwisata Indonesia sebagai ujung tombaknya.

DODI RIADI
Memulai karirnya sebagai karyawan perusahaan swasta di Pulau Batam, di bidang bisnis yang sangat jauh berbeda dengan dunia Pariwisata. Kiprahnya di dunia Pariwista baru dimulai sejak tahun 2010 sejalan dengan kegiatannya melakukan beberapa studi mengenai Pariwisata bersama Kementerian Pariwisata. Sejak itu pula Pria kelahiran Payakumbuh ini memutuskan melanjutkan jenjang pendidikan S2 di Universitas Sahid Jakarta.

Berkiprah di dunia Pariwisata sudah cukup banyak riset yang dilakukan, diantaranya adalah Assessment Baseline of Kota Tua Jakarta, Kepulauan Seribu, Karimun Jawa and Dieng Wonosobo (2011) serta Analisa Potensi Industri Kreatif Kota Tua Jakarta, Universitas Sahid Jakarta (2012). Juga aktif mengikuti berbagai pelatihan seperti Adaptive Reuse of Historical Buildings Training (Jakarta Old Town Consortium – 2016), Historical data for Heritage Conservation Training (The Center of Data for Architecture – 2016), Jakarta Heritage Academy (Erasmus Huis–The Embassy of Royal Netherlands – 2016), Utilization of Open Public Space in Heritage site (Jakarta Conservatory Body – 2017). Berbagai pengalaman dan pelatihan di bidang konservasi bangunan bersejarah ini sepertinya yang membawanya ke posisi sekarang ini sebagai PIC Kota Tua dan Kepulauan Seribu (Mitra Percepatan 10 Destinasi Utama Indonesia)

DWI TAUFAN GIOVADI
Blogger yang berdomisili di Bogor ini sangat aktif dalam mempromosikan Pariwisata Indonesia melalui website-nya disgiovery.id yang didirikan sejak tahun 2013. Selain aktif sebagai blogger, lajang satu ini juga tercatat sebagai travel contributor untuk beberapa media online dan inflight magazine.

Selain sebagai penggemar kegiatan menyelam dan wisata pantai, Gio (sebagaimana dia  biasa  dipanggil) juga sangat suka melakukan explorasi yang bersifat alam, budaya dan human interest.

Tercatat sudah cukup banyak merk ternama yang bekerjasama dengannya seperti Traveloka, Huawei, Agoda, Airy Room, Zalora dan PT. KAI. Kemampuannya dalam membuat tulisan atau artikel dalam bilingual (Bahasa Indonesia dan Inggris) membuat beberapa brand pariwisata luar negeri, seperti Amazing Thailand dan Malaysia Truly Asia, juga pernah mengajaknya bekerjasama. Tidak puas dengan menyandang sebutan sebagai blogger, travel writer dan photographer, dia pun juga beranjak untuk menyandang sebutan baru sebagai penulis buku. Beberapa waktu lalu, bukunya yang ketiga telah dipublikasikan oleh salah satu penerbit utama di Indonesia.

LENNY 
Sebagai lulusan dari Scottsdale Community College (Arizona, USA) jurusan Journalism, membuat dirinya tidak pernah jauh dari dunia jurnalisme, terutama yang berkaitan dengan travel dan wisata. Sudah cukup banyak posisi di bidang media yang digeluti nya, mulai dari sekretaris GM, public relation team, hingga tim editorial. Media nya pun cukup beragam, mulai dari Tribun Jambi, Gateway Magazine, AirAsia Inflight Magazine dan beberapa media lainnya. Tidak hanya itu,  penggila travelling ini  juga  aktif  dalam  mengelola

 blog pribadinya (len-diary.com) yang memang fokus pada tema travel dan lifestyle. Dari kegemarannya menulis itu sendiri telah lahir beberapa buku karyanya seperti “Travel n Love” dan “35 DESTINATIONS – Travel Bucket List”. Selain itu tercatat prestasi pribadinya dalam berbagai kegiatan seperti Finalis Putri Indonesia Kepulauan Riau 2011, Putri Wirausaha Kreatif Indonesia Terdinamis 2012, Youth Representative in ASEAN Youth Meeting Day, Bangkok 2012. Saat ini, selain juga sangat aktif sebagai influencer melalui postingan dan video di media sosial nya, dara kelahiran Jambi ini juga masih aktif sebagai kontributor resmi di MyTrip travel magazine, Inflight Magazine (Sriwijaya Air Group, Garuda Indonesia & AirAsia) serta beberapa media lainnya.

#APIawards2020 | Powered by Ayo Jalan Jalan